Selasa, 11 Maret 2014

Tugas Softskill Bulan 1


1. Conditional Sentence
Exercise 21 (page : 97-98)
1. Has understood                                           16. Will accept
2. Would not have been                                   17. Have buy
3. Will give                                                      18. Had decided
4. Would have told                                          19. Would have written
5. Would have been                                         20. Will leak
6. Had                                                             21. Studied
7. Would stopped                                            22. Hears
8. Needed                                                       23. Have seen
9. Have found                                                  24. Gets
10. Enjoyed                                                     25. Were turn
11. Paint                                                          26. Has been
12. We had been                                             27. Would have called
13. Written                                                      28. Would have called
14. Could have permitted                                 29. Had explained
15. Has spent                                                  30. Were speak

2. Adjective, Adverbs, Comparison Degree
Exercise 26 : Adjective & Adverbs (page : 107)
1. Well
2. Intense
3. Brightly
4. Fluent
5. Fluently
6. Smooth
7. Accurately
8. Bitter
9. Soon
10. Fast

Exercise 27 : Linking (Copulative) Verbs (page : 109)
1. Terrible
2. Well
3. Good
4. Calmly
5. Sick
6. Quick
7. Diligently
8. Vehement
9. Relaxed
10. Noisy

Exercise 28 : Comparisons (page : 114)
1. Sooner
2. More important
3. As well
4. More expensive
5. Hottest
6. More talented
7. More colorful
8. Happier
9. Worse
10. Faster

Exercise 29 : Comparisons (page : 114)
1. Than
2. Than
3. From
4. Than
5. As
6. Than
7. As
8. Than
9. Than
10. From

Exercise 30 : Comparisons (page : 117)
1. Better                                              11. The best
2. Happiest                                          12. Different
3. Faster                                              13. Less impressive
4. Creamiest                                        14. The sicker
5. More colorful                                   15. When
6. Better                                              16. Twice as much as
7. Good                                               17. Few
8. More awkwardly                             18. Much
9. Least                                               19. Farthest
10. Prettiest                                         20. More famous

Selasa, 21 Januari 2014

Tugas Bahasa Indonesia Individu


ABSTRAKSI


Tri Utami Ningsih, 27211174.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN PADA AMIE JAYA DEPOK

            Perusahaan baik kecil maupun besar didirikan untuk mencari laba yang sebesar-besarnya dan untuk mempertahankan kelangsungan hidup usaha yang dijalankan. Tentu saja kelangsungan usaha ini dapat terwujud jika barang atau jasa yang ditawarkan dapat diterima di pasaran, dan dapat menarik pangsa pasar dan konsumen. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan mempelajari sistem penjualan, karena penjualan merupakan sumber penghasilan bagi perusahaan. Ada berbagai macam cara penjualan produk diantaranya penjualan tunai dan penjualan kredit.
            Untuk mencapai tujuan tersebut, pimpinan perusahaan membutuhkan suatu sistem untuk dapat membantu mengadakan pengendalian interen yang dapat memberi informasi sejauh mana kemajuan perusahaan yang telah dicapai, serta dapat mempertanggungjawabkan kekayaan perusahaan yang diserahkan padanya. Atas dasar kondisi di atas dipandang perlu untuk mengetahui penerapan sistem penjualan pada Amie Jaya Motor Depok.

Kata kunci :  Sistem akuntansi, penjualan
           



Kamis, 21 November 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 (3)


1. Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modified, Sistem Vancouver, Sistem Abjad, dan Sistem Nomor Urut.
     Jawab :
·      Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis. Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.      
Contoh :
Ang,R. 1997. “Buku Pintar Pasar Modal Indonesia (The Intelligent Guide to Indonesian Capital Market)”. Media Soft Indonesia.
Ghozali, Imam. 2005. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS”. Edisi Ketiga. Semarang: BP Undip.
Gitman, L.J. 2000. “Principles of Managerial Finance”. Ten Edition. Harperr Collins College Publishers.
Hanafi M. Mamduh. 2004. “Manajemen Keuangan”. Yogyakarta: BPFE.
Jogiyanto. 1998. “Teori Portofolio dan Analisis Investasi”. Yogyakarta: BPFE UGM.

·      Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka) yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya dibandingkan dengan cara pengurutan secara alfabetis menggunakan nama penulis seperti dalam sistem Harvard. Sistem ini beserta variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
Lord, J.C., 2010. Dietary Stress Increases the Susceptibility of Tribolium Castaneum to Beauveria Bassiana. J Econ Entomol. 103(5):1542-1546.
        Maria P.D. & Widodo. 2004. “Potensi Bakteri Rizosfer dan Endofit Pada Akar Pisang dalam Pengendalian Penyakit Layu Fusarium”. Hayati J. Biosci. 11(2):67-62.
Billy, J.O., Landale, N.S., Grady, W.R., & Zimmerle, D.M. 1998. Effect of Sexual Activity on Adolescent Social and Psychological Development. Social Psychology Quarterly. 51, 190-212.
Adhitama, W., dan Sudaryono, E.A. 2005. “Faktor – faktor yang Mempengaruhi Price Earning Ratio pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol 5. Hal 211-222.

2.  Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.
     Jawab :
     1. Komponen-komponen Artikel Ilmiah
         1.1 Judul artikel ilmiah
        Judul dibuat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul artikel yang baik bersifat ringkas, informatif dan deskriptif, terdiri dari sejumlah kata yang seminimal mungkin, tepat menggambarkan isi tulisan yang mengandung konsep atau hubungan antar konsep; tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata.
           1.2 Nama dan alamat penulis
            Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang.
           1.3 Abstrak dan kata kunci
            Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Abstrak merupakan sari tulisan yang meliputi latar belakang penelitian secara ringkas, tujuan, teori, bahan dan metode yang digunakan, hasil temuan serta simpulan. Rincian perlakuan tidak perlu dicantumkan, kecuali jika memang merupakan tujuan utama penelitian.
           1.4 Pendahuluan
            Dalam pendahuluan dikemukakan suatu permasalahan/konsep/hasil penelitian sebelumnya secara jelas dan ringkas sebagai dasar dilakukannya penelitian yang akan ditulis sebagai artikel ilmiah.
           1.5 Metode
            Alur pelaksanaan penelitian harus ditulis dengan rinci dan jelas sehingga peneliti lain dapat melakukan penelitian yang sama (repeatable and reproduceable). Spesifikasi bahan-bahan harus rinci agar orang lain mendapat informasi tentang cara memperoleh bahan tersebut.
           1.6 Hasil dan pembahasan
            Hasil penelitian dalam bentuk data merupakan bagian yang disajikan untuk menginformasikan hasil temuan dari penelitian yang telah dilakukan. Ilustrasi hasil penelitian dapat menggunakan grafik/tabel/gambar.
           1.7 Simpulan dan saran
            Simpulan merupakan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran hendaknya didasari oleh hasil temuan penelitian, berimplikasi praktis, pengembangan teori baru (khusus untuk program doktor), dan atau penelitian lanjutan.
 1.8 Ucapan terimakasih
            Ucapan terima kasih dibuat secara ringkas sebagai ungkapan rasa terima kasih penulis kepada tim promotor/tim pembimbing, dan pihak – pihak yang telah membantu dalam penelitian serta pemberi dana.
         1.9 Daftar Pustaka
   Bahan rujukan (referensi) yang dimasukkan dalam daftar pustaka hanya yang benar-benar disebutkan dalam naskah artikel. Penulisan daftar rujukan secara lengkap dilakukan pada halaman baru.
         1.10 Lain-Lain
   Catatan kaki (footnotes): ditulis di bagian bawah dan biasa digunakan sebagai informasi program studi dan alamat penulis.
    
      
3.  Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku?
     Jawab :
     1. Jurnal / Majalah
a. Nama pengarang ditulis tanpa gelar, jika nama terdiri dari dua kata atau lebih maka cara penulisannya adalah nama akhir diikuti dengan singkatan nama depan, tengah dan seterusnya, yang semuanya diberi titik. 
Misalnya: Sutan Takdir Alisyahbana ditulis Alisyahbana S.T.
Donald Fitzgerald Othmer ditulis Othmer D.F.
b. Tahun penerbitan
c. Judul makalah dicetak tegak dan huruf besar/kapital hanya pada huruf pertama judul makalah (setelah itu huruf kecil semua) 
d. Nama jurnal / majalah disingkat sesuai dengan singkatan baku dalam Index Medicus atau MeSH (Medical Subject Heading) dan dicetak miring.
e. Volume dan halaman. 

     2. Buku teks : Jika kepustakaan diambil dari buku teks maka urutan penulisannya adalah: Nama penulis, tahun penerbitan buku, judul buku dicetak miring dan setiap permulaan kata ditulis huruf besar kecuali kata depan dan kata sambung, kemudian ditulis edisi ke berapa, kota, nama penerbit dan halaman (p untuk satu halaman dan pp untuk lebih dari satu halaman) 

Sumber :
PI dan Skripsi Universitas Gunadarma



Kamis, 17 Oktober 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 (2) : Tugas Kelompok


Nama Kelompok :
Neny Herawati (25211133)
Tri Utami Ningsih (27211174)

Pertanyaan :
1. Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?
Disebut sebagai fungsi dasar karena, sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan orang lain. Secara umum sudah jelas bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Fungsi ini adalah fungsi dasar bahasa yang belum dikaitkan dengan status dan nilai-nilai sosial.
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli atau menanggapi hasil pemikiran kita.
Dan juga pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
Sebagai sarana komunikasi, bahasa mempunyai fungsi utama. Dimana dapat dijelaskan bahwa komunikasi bahasa ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada orang lain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegaiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami masyarakat. Terutama pada penggunaan Fungsi komunikasi pada bahasa asing Contoh bahasa sebagai alat komunikasi berupa: Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badani, alat bunyi-bunyian, lukisan, gambar, dsb). Sebagai contoh masyarakat Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

2. Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan?
Ada dua pengolongan bahasa yang umumnya dibedakan yaitu :
1.      Bahasa alamiah yaitu bahasa sehari-hari yang digunakan untuk menyatakan sesuatu, yang tumbuh atas pengaruh alam sekelilingnya. Bahasa alamiah dibedakan menjadi dua bagian yaitu ;
a.       Bahasa Isyarat, bahasa ini dapat berlaku umum dan dapat berlaku khusus.
b.      Bahasa Biasa, bahasa yang digunakan  dalam pergaulan sehari-hari.
2.      Kedua bahasa buatan adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan akar pikiran untuk maksud tertentu. Bahasa buatan dibedakan menjadi 2 bagian yaitu ;
a.       Bahasa istilah, bahasa ini rumusanya diambil dari bahasa biasa yang   diberi arti tertentu, misal demokrasi (demos dan kratien)
b.      Bahasa artifisial, murni bahasa buatan , atau sering juga disebut dengan bahasa simbolik, bahasa berupa simbol-simbol sebagaimana yang digunakan dalam logika dan matematika. Dalam bahasa ini tidak ada bentuk kiasan yang mengaburkan. Misalnya (a =b) ^ (b =d)       (a  =c). Bahasa artifisial mempunyai dua macam ciri-ciri yaitu pertama tidak berfungsi sendiri, kosong dari arti, oleh karena itu dapat dimasuki arti apapun juga. Kedua arti yang dimaksudkan dalam bahasa artifisial ditentukan oleh penghubung.

3. Apa yang disebut dengan metakomunikasi?
Diawali dengan kata “Meta” yang berasal dari bahasa Yunani, yang berarti luar atau samping, maka jika digabungkan dengan kata “Komunikasi” akan berarti “ada sesuatu selain atau disamping komunikasi” atau jika lebih disederhanakan penerapannya akan menjadi komunikasi tentang komunikasi; meta-bahasa adalah bahasa tentang bahasa;meta-pesan adalah pesan tentang pesan.
“Metakomunikasi” :
- Merupakan uraian yang menggambarkan hubungan antara komunikator dan komunikan saat  melakukan komunikasi. Metakomunikasi dapat berupa pesan verbal dan non verbal. Contohnya dengan tetap tersenyum walaupun sedang marah.
- Metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan di dalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan pengirim terhadap pendengar.

SUMBER :